Skip to article frontmatterSkip to article content
Site not loading correctly?

This may be due to an incorrect BASE_URL configuration. See the MyST Documentation for reference.

Eliminasi Gaussian

Kita sekarang akan mendeskripsikan prosedur sistematis, yang disebut eliminasi Gaussian, yang memungkinkan kita mereduksi sistem linear LL menjadi sistem LL' dalam bentuk eselon baris. Sesuai dengan pembahasan sebelumnya, kita akan mengidentifikasi sistem LL dengan matriks augmentasinya AA. Kemudian, mereduksi sistem linear menggunakan operasi baris elementer pada persamaan tersebut dengan operasi baris elementer pada matriks.

Eliminasi Gauss adalah algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan mengubah matriks koefisien menjadi bentuk yang lebih sederhana, yaitu matriks segitiga atas atau eselon baris, sehingga solusi dapat diperoleh melalui subsitusi balik.

Definisi matriks

Sebuah matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi panjang. Matriks dengan mm baris dan nn kolom dikatakan memiliki ukuran (atau dimensi) m×nm \times n.

Definisi matriks augmentasi

Misalkan LL adalah sistem linier

a11x1+a12x2++a1nxn=b1a21x1+a22x2++a2nxn=b2am1x1+am2x2++amnxn=bm\begin{array}{ccccccccc} a_{11}x_1 &+& a_{12}x_2 &+& \cdots &+& a_{1n}x_n &=& b_1 \\ a_{21}x_1 &+& a_{22}x_2 &+& \cdots &+& a_{2n}x_n &=& b_2 \\ & \vdots &&& \vdots &&& \vdots &\\ a_{m1}x_1 &+& a_{m2}x_2 &+& \cdots &+& a_{mn}x_n &=& b_m \end{array}

Matriks augmentasi yang terkait dengan LL adalah matriks

[a11+a12++a1nb1a21+a22++a2nb2am1+am2++amnbm]\begin{bmatrix}{|} a_{11} &+& a_{12} &+& \cdots &+& a_{1n} && b_1 \\ a_{21} &+& a_{22} &+& \cdots &+& a_{2n} && b_2 \\ \vdots && \vdots && \ddots && \vdots && \vdots\\ a_{m1} &+& a_{m2} &+& \cdots &+& a_{mn} && b_m \end{bmatrix}

Definisi matriks bentuk eselon baris

Baris nol dari suatu matriks adalah baris yang semua entrinya sama dengan nol; baris tak-nol adalah baris yang memuat setidaknya satu entri tak-nol.

Suatu matriks berada dalam bentuk eselon baris jika kondisi-kondisi berikut terpenuhi.

(i) Pada sembarang baris tak-nol, entri tak-nol pertama (yaitu, paling kiri) sama dengan satu. Satu utama (pivot) dari suatu matriks adalah entri dari suatu baris yang sama dengan satu, dan merupakan entri tak-nol pertama dari baris tersebut.

(ii) Semua baris nol dikelompokkan bersama di bagian bawah matriks.

(iii) Diberikan dua baris tak-nol sembarang dalam matriks, satu utama (pivot) dari baris yang lebih bawah terletak di sebelah kanan satu utama dari baris di atasnya.

Suatu matriks berada dalam bentuk eselon baris tereduksi jika selain memenuhi kondisi (i)-(iii) juga memenuhi kondisi berikut.

(iv) Setiap kolom matriks yang memuat satu utama pada salah satu barisnya,maka itu adalah satu-satunya entri tak-nol dari kolom tersebut.

Sistem linear LL berada dalam bentuk eselon baris (masing-masing bentuk eselon baris tereduksi) jika matriks augmentasinya berada dalam bentuk eselon baris (masing-masing bentuk eselon baris tereduksi).

Dalam praktik untuk memutuskan apakah suatu matriks berada dalam bentuk eselon baris (tereduksi), ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pertama verifikasi apakah semua baris nol berada di bagian bawah.

  2. Untuk setiap baris tak-nol, tentukan apakah entri tak-nol pertama adalah 1, dan tandai kotak pada pivot tersebut.

  3. Pastikan kotak-kotak tersebut membentuk pola tangga.

  4. (Dan untuk bentuk eselon baris tereduksi.) Tentukan apakah setiap kolom selain pivot memiliki nilai 0.

Example Bentuk eselon baris versus bentuk eselon baris tereduksi

Untuk setiap matriks, tentukan (a) apakah matriks tersebut berada dalam bentuk eselon baris, dan (b) apakah matriks tersebut berada dalam bentuk eselon baris tereduksi.

[0210000000010011000000000]\begin{bmatrix} 0 & 2 & 1 & 0 & 0\\ 0 & 0 & 0 & 0 & 0\\ 0 & 1 & 0 & 0 & 1\\ 1 & 0 & 0 & 0 & 0\\ 0 & 0 & 0 & 0 & 0\\ \end{bmatrix}

Di bawah ini Anda menemukan matriks dengan satu utama yang ditandai kotak. Matriks ini bukan dalam bentuk eselon baris juga bentuk eselon baris tereduksi karena berbagai alasan: baris nol tidak semuanya dikelompokkan di bagian bawah matrik; baris pertama tak-nol, tetapi tidak memiliki satu utama; satu utama dari baris keempat berada di sebelah kiri satu utama dari baris di atasnya.

[1003700120000010000000000]\begin{bmatrix} 1 & 0 & 0 & -3 & -7\\ 0 & 0 & 1 & 2 & 0\\ 0 & 0 & 0 & 0 & 1\\ 0 & 0 & 0 & 0 & 0\\ 0 & 0 & 0 & 0 & 0\\ \end{bmatrix}

Di bawah ini Anda menemukan matriks dengan satu utama yang ditandai kotak. Matriks ini berada dalam bentuk eselon baris: baris nol (baris 4 dan 5) dikelompokkan di bagian bawah; setiap baris tak-nol memiliki satu utama (diberi kotak pada matriks di bawah); satu utama secara berurutan berada disebelah bawah kanannya untuk setiap baris dan membentuk tangga.

Matriks ini tidak berada dalam bentuk eselon baris tereduksi, karena kolom terakhir memuat satu utama pada baris ketiganya, dan entri tak-nol pada baris pertamanya.

Definisi Operasi baris elementer pada matriks

Sebuah operasi baris elementer adalah salah satu dari tiga jenis operasi matriks berikut. Misalkan AA adalah matriks m×nm \times n yang diberikan, dan nyatakan dengan rir_i baris ke-ii dari AA.

  • Perkalian Skalar Kalikan sebuah baris dengan bilangan tak-nol : c0c \neq 0 yaitu, ganti rir_i dengan cricr_i, hasil perkalian semua entri baris dengan cc.

  • Pertukaran baris Tukar dua baris dari AA

  • Penjumlahan baris Tambahkan kelipatan satu baris lain: yaitu, ganti rir_i dengan ri+crjr_i + cr_j untuk suatu c,ic,i dan jj.

Proses mengubah matriks menggunakan operasi baris elementer disebut reduksi baris.

Dua matriks ekuivalen baris jika yang salah satunya dari matrik diperoleh dari yang lain dengan melakukan serangkaian operasi baris elementer.

Definisi Eliminasi Gaussian

Eliminasi Gaussian adalah algoritma yang dijelaskan di bawah. Algoritma ini menerima masukan matriks AA dan mengembalikan matriks BB yang ekuivalen baris dalam bentuk eselon baris.

  • Langkah 1 Temukan kolom tak-nol paling kiri dan lakukan pertukaran baris untuk memindahkan baris dengan entri tak-nol ini ke bagian atas matriks.

  • Langkah 2 Skala baris teratas yang baru untuk menghasilkan satu utama pada baris tersebut. Sebut baris baru ini rr.

  • Langkah 3 Untuk setiap baris rir_i di bawah rr, lakukan operasi baris berbentuk ri+crr_i + cr untuk mengganti semua entri di bawah satu utama dari rr dengan nol.

  • Langkah 4 Mulai lagi dengan Langkah 1 yang diterapkan pada matriks yang terdiri dari semua baris di bawah rr. Lanjutkan hingga matriks berada dalam bentuk eselon baris.

Example $$ \begin{aligned}

[0020712241061228245651]\begin{bmatrix} 0&0&-2&0&7&12\\ 2&4&-10&6&12&28\\ 2&4&-5&6&-5&-1 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{r_1 \leftrightarrow r_2}

[2410612280020712245651]\begin{bmatrix} 2&4&-10&6&12&28\\ 0&0&-2&0&7&12\\ 2&4&-5&6&-5&-1 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{\frac12 r_1}

[12536140020712245651]\begin{bmatrix} 1&2&-5&3&6&14\\ 0&0&-2&0&7&12\\ 2&4&-5&6&-5&-1 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{r_3-2r_1}

[1253614002071200501729]\begin{bmatrix} 1&2&-5&3&6&14\\ 0&0&-2&0&7&12\\ 0&0&5&0&-17&-29 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{-\frac12 r_2}

[1253614001072600501729]\begin{bmatrix} 1&2&-5&3&6&14\\ 0&0&1&0&-\frac{7}{2}&-6\\ 0&0&5&0&-17&-29 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{r_3+(-5)r_2}

[125361400107260000121]\begin{bmatrix} 1&2&-5&3&6&14\\ 0&0&1&0&-\frac{7}{2}&-6\\ 0&0&0&0&\frac12&1 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{2r_3}

[12536140010726000012]\begin{bmatrix} 1&2&-5&3&6&14\\ 0&0&1&0&-\frac{7}{2}&-6\\ 0&0&0&0&1&2 \end{bmatrix}

\end{aligned} $$ Matriks yang dihasilkan oleh eliminasi Gaussian dijamin berada dalam bentuk eselon baris, tetapi mungkin tidak berada dalam bentuk eselon baris tereduksi.

Definisi Eliminasi Gauss-Jordan

Eliminasi Gauss-Jordan adalah algoritma menerima masukan matriks AA dan menhgasilkan matriks BB yang ekuivalen baris dalam bentuk eselon baris tereduksi.

  • Langkah 1-4 Terapkan eliminasi Gaussian untuk mengubah AA menjadi matriks dalam bentuk eselon baris.

  • Langkah 5 Temukan kolom paling kanan dari matriks yang memuat satu utama. Misalkan rir_i adalah baris yang memuat satu utama ini. Untuk setiap baris rjr_j di atas rir_i, lakukan operasi baris berbentuk ri+crjr_i + cr_j untuk mengganti semua entri di atas satu utama dengan nol.

  • Langkah 6 Mulai lagi dengan Langkah 5 untuk diterapkan pada kolom berikutnya di sebelah kiri yang memuat satu utama. Lanjutkan hingga matriks berada dalam bentuk eselon baris tereduksi.

Example $$ \begin{aligned}

[12536140010726000012]\begin{bmatrix} 1 & 2 & -5 & 3 & 6 & 14\\ 0 & 0 & 1 & 0 & -\frac{7}{2} & -6\\ 0& 0 & 0 & 0 & 1 & 2 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{r_2 + \frac{7}{2}r_3}

[1253614001001000012]\begin{bmatrix} 1 & 2 & -5 & 3 & 6 & 14\\ 0 & 0 & 1 & 0 & 0 & 1\\ 0 & 0 & 0 & 0 & 1 & 2 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{r_1 - 6r_3}

[125302001001000012]\begin{bmatrix} 1 & 2 & -5 & 3 & 0 & 2\\ 0 & 0 & 1 & 0 & 0 & 1\\ 0 & 0 & 0 & 0 & 1 & 2 \end{bmatrix}

&\xrightarrow{r_1 + 5r_2}

[120307001001000012]\begin{bmatrix} 1 & 2 & 0 & 3 & 0 & 7\\ 0 & 0 & 1 & 0 & 0 & 1\\ 0 & 0 & 0 & 0 & 1 & 2 \end{bmatrix}

\end{aligned} $$

  • Indeks baris dimulai dari 0 (bukan 1). Jadi baris pertama adalah baris ke-0, baris kedua adalah baris ke-1, dst.

  • Operasi ini mengubah matriks secara langsung (in place).

Example Sistem Persamaan Linear

  • sistem persamaan:

    x+y+z=62x+y+z=3x+2yz=2x + y + z = 6\\ 2x + y + z = 3\\ x + 2y - z = 2\\
  • Matriks Augmentasi

    [111621131212]\left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 1 & 1 & 6 \\ 2 & -1 & 1 & 3 \\ 1 & 2 & -1 & 2 \end{array} \right]
  • Langkah 1 : Eliminasi xx pada baris 2 dan 3

    R2R22R1[111603191212]R_2 \rightarrow R_2 - 2R_1 \left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 1 & 1 & 6 \\ 0 & -3 & -1 & -9 \\ 1 & 2 & -1 & 2 \end{array} \right]

    R3R3R1[111603190124]R_3 \rightarrow R_3 - R_1 \left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 1 & 1 & 6 \\ 0 & -3 & -1 & -9 \\ 0 & 1 & -2 & -4 \end{array} \right]
  • Langkah 2 : Tukar baris 2 dan 3 agar pivot lebih mudah.

    R2R3[111601240319]R_2 \leftrightarrow R_3 \left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 1 & 1 & 6 \\ 0 & 1 & -2 & -4\\ 0 & -3 & -1 & -9 \end{array} \right]
  • Langkah 3 : Eliminasi yy pada baris 3.

    R3R3+3R2[1116012400721]R_3 \rightarrow R_3 + 3R_2 \left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 1 & 1 & 6 \\ 0 & 1 & -2 & -4\\ 0 & 0 & -7 & -21 \end{array} \right]
  • Langkah 4 : Normalisasikan baris 3.

    R317R3[111601240013]R_3 \rightarrow -\frac{1}{7}R_3 \left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 1 & 1 & 6 \\ 0 & 1 & -2 & -4\\ 0 & 0 & 1 & 3 \end{array} \right]

    Dari sini diperoleh z=3z = 3. Lanjutkan ke bentuk eselon baris tereduksi.

R2R2+2R3[111601020013]R_2 \rightarrow R_2 + 2R_3 \left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 1 & 1 & 6 \\ 0 & 1 & 0 & 2\\ 0 & 0 & 1 & 3 \end{array} \right]
R1R1R3[110301020013]R_1 \rightarrow R_1 - R_3 \left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 1 & 0 & 3 \\ 0 & 1 & 0 & 2\\ 0 & 0 & 1 & 3 \end{array} \right]
  • Langkah 5 : Eliminasi yy pada baris 1.

    R1R1R2[100101020013]R_1 \rightarrow R_1 - R_2 \left[ \begin{array}{ccc|c} 1 & 0 & 0 & 1 \\ 0 & 1 & 0 & 2\\ 0 & 0 & 1 & 3 \end{array} \right]

Kesimpulan: didapatkan x=1,y=1,z=1x=1, y=1, z=1.

Tiga operasi dalam baris

  1. A.rescale_row(i, a) Fungsi: Mengalikan baris ke-i dengan skalar a

    barisi=a×barisibaris_i​=a×baris_i
  1. A.add_multiple_of_row(i, j, a) Fungsi: Menambahkan 𝑎× baris ke-jj ke baris ke-ii.

    barisi=a×barisj+barisibaris_i​=a×baris_j​+baris_i​